Kalau kamu pernah ikut seleksi kerja, CPNS, atau beasiswa, besar kemungkinan kamu bertemu "tes koran": lembar besar penuh deretan angka yang harus dijumlahkan cepat-cepat. Namanya tes Kraepelin, dan versi pengembangannya dikenal sebagai tes Pauli.
Tes ini berakar dari karya Emil Kraepelin, psikiater asal Jerman. Awalnya dipakai dalam konteks klinis, lalu berkembang menjadi salah satu alat psikometri untuk melihat sikap dan kemampuan kerja seseorang di bawah tekanan waktu.
Cara mengerjakannya cukup sederhana. Lembar tes berisi banyak lajur angka satu digit. Kamu menjumlahkan dua angka yang berdekatan, lalu menuliskan hanya angka satuannya โ misalnya 7 + 8 = 15, yang ditulis 5. Setelah selang waktu tertentu, pengawas memberi aba-aba untuk pindah ke lajur berikutnya, meski lajur sebelumnya belum selesai. Format persisnya โ jumlah lajur, arah penjumlahan, dan durasi tiap lajur โ bisa berbeda antarpenyelenggara, jadi dengarkan instruksi dengan saksama.
Yang dinilai bukan sekadar berapa banyak yang kamu kerjakan. Umumnya ada beberapa aspek: kecepatan (seberapa banyak penjumlahan yang selesai), ketelitian (seberapa sedikit kesalahan), keajegan atau konsistensi (apakah jumlah yang dikerjakan stabil dari lajur ke lajur), dan ketahanan (apakah performa bertahan sampai akhir atau anjlok karena lelah). Artinya, grafik hasil yang naik-turun drastis bisa sama "berbicaranya" dengan jumlah kesalahan.
Beberapa tips yang sering dianjurkan. Datang dalam kondisi fit: tidur cukup dan sarapan, karena tes ini menguras konsentrasi. Prioritaskan ritme yang stabil dibanding ngebut di awal lalu kehabisan tenaga. Jangan berhenti lama di satu kesalahan; kalau perlu koreksi, lakukan sesuai aturan yang diinstruksikan. Hindari mengarang angka asal-asalan, karena ketelitian ikut dinilai. Dan latih kecepatan menjumlah dua angka satu digit sampai terasa otomatis.
Latihan memang membantu kamu terbiasa dengan formatnya dan mengurangi panik. Tapi ingat, tujuannya adalah menampilkan performa terbaikmu yang sebenarnya, bukan "mengakali" tes โ pola yang terlalu janggal justru bisa menimbulkan pertanyaan.
Untuk berlatih kecepatan dan ketelitian dengan batas waktu, coba subtes Kecermatan & Kecepatan di Latihan Psikotes PersonaKu (/psikotes). Skornya mencatat jumlah benar, jumlah dikerjakan, dan akurasi, dan trennya bisa kamu pantau di dasbor setiap kali berlatih ulang.